Kesedihan melanda impian dan hidup mereka,
mencuap dalam hati sanubari.
Sepertinya hidup sudah tak lagi bermakna,
ruang hidup terusik industri, persaudaraan pun renggang
yang ada hasrat demi dunia, harta, dan kekuasaan.
Rakyat menangis, petani menangis dunia tertawa
Prihatin akan konflik yang menghempaskan,
namun petani siap dan tetap berjuang.
Dengan jeritan dan berlinang airmata,
mereka terkapar di atas tanahnya sendiri.
Tanah Diam Bertuankan Penindasan
Sabtu, 05 Juli 2014
Hak Guna Usaha Pemicu Konflik Tanah Di Banyumas
Sabtu, 05 Juli 2014
Apa yang kalian ingat ketika
mendengar istilah mendoan, Baturraden
atau tokoh wayang yang namanya Ki Semar? Ya, semuanya itu mengingatkan kita pada
suatu daerah yang bernama Banyumas. Namun sebenarnya bukan hanya itu saja bahan
cerita yang bisa menggambarkan keberadaan Banyumas. Dan kita disini bukan
hendak membahas mendoan, Baturraden
ataupun Ki Semar, tetapi hal yang riil terjadi di masyarakat, hal yang mungkin
belum kita sadari bahkan mungkin kita tidak percaya bahwa itu benar terjadi di
masyarakat, yakni tentang konflik pertanah
Label:
Banyumas,
Hak Guna Usaha,
Majalah,
Pro Justitia
Gempa dari Kebumen sampai ke Amerika Serikat
Sabtu, 25 Januari 2014
Malem ini aku terheran-heran, terkaget-kaget dan terkepo-kepo ketika Ummi SMS, "Git. Tadi di tempatmu ada gempa, gmn kabarmu". Sontak aku langsung memastikan, "Apa iya sih ???".Aku nyari orang sekitar, namun sayang temen2 kosan sudah pada pulang liburan, yg punya kosan juga entah kemana. Ga ada orang. Masa mau nanya rumput yang bergoyang ??? haha...:D
Lantas sebagai remaja yg terpengaruh perkembangan gadget, aku langsung ambil HP lalu nanya sama mbah Gugel. Eh, sungguh terlalu... ternyata memang benar telah terjadi gempa disini tadi
Study Trip to LAPAS di Pulau Narapidana, Pulau Nusakambangan
Jumat, 17 Januari 2014
Pengantar
Negara Indonesia adalah negara hukum. Dalam
rangka mewujudkan sebagai negara hukum, negara Indonesia berupaya untuk
melakukan penegakkan hukum. Masalah demi masalah di bidang hukum yang marak
terjadi belakangan ini, menunjukkan bahwa ternyata tidak mudah untuk menegakkan
hukum. Sebagai contoh di bidang Hukum Pidana, eksistensi Sistem Peradilan Pidana
mulai dipertanyakan. Karena ironis hampir seluruh tindak kejahatan yang
ditangani oleh Sistem Peradilan Pidana Indonesia selalu berakhir di penjara.
Padahal penjara bukan s