Kesedihan melanda impian dan hidup mereka,
mencuap dalam hati sanubari.
Sepertinya hidup sudah tak lagi bermakna,
ruang hidup terusik industri, persaudaraan pun renggang
yang ada hasrat demi dunia, harta, dan kekuasaan.
Rakyat menangis, petani menangis dunia tertawa
Prihatin akan konflik yang menghempaskan,
namun petani siap dan tetap berjuang.
Dengan jeritan dan berlinang airmata,
mereka terkapar di atas tanahnya sendiri.
Tanah Diam Bertuankan Penindasan
Sabtu, 05 Juli 2014
Hak Guna Usaha Pemicu Konflik Tanah Di Banyumas
Sabtu, 05 Juli 2014
Apa yang kalian ingat ketika
mendengar istilah mendoan, Baturraden
atau tokoh wayang yang namanya Ki Semar? Ya, semuanya itu mengingatkan kita pada
suatu daerah yang bernama Banyumas. Namun sebenarnya bukan hanya itu saja bahan
cerita yang bisa menggambarkan keberadaan Banyumas. Dan kita disini bukan
hendak membahas mendoan, Baturraden
ataupun Ki Semar, tetapi hal yang riil terjadi di masyarakat, hal yang mungkin
belum kita sadari bahkan mungkin kita tidak percaya bahwa itu benar terjadi di
masyarakat, yakni tentang konflik pertanah
Label:
Banyumas,
Hak Guna Usaha,
Majalah,
Pro Justitia